Home / Design / Membuat Design Form Yang Efektif

Membuat Design Form Yang Efektif

Banyak dari para designer web, menggunakan template form dalam bawaannya untuk ditampilkan pada sebuah web. Dan kebanyakan dari mereka tidak memikirkan user experience dari sebuah design form nah disini kita akan membahas apa yang harus dan jangan dilakukan dalam mendesign sebuah form untuk web.

Entah itu bagian dari pendaftaran, stepper multi-view, atau antarmuka entri data monoton, bentuk adalah salah satu komponen terpenting dari design produk digital. Artikel ini berfokus pada apa yang harus dilakukan dan teka-teki umum dari desain bentuk. Ingatlah bahwa ini adalah pedoman umum dan ada pengecualian untuk setiap peraturan.

Form harus berada dalam 1 coloumn yang sama agar tidak menganggu momentum vertical

Posisi top align label form lebih banyak diminati daripada left align label form, top align label juga lebih terbaca dengan baik pada versi mobile, namun demikian pertimbangkan menggunakan left align label jika ada pengisian data yang cukup banyak dan atau ada aturan-aturan lain yang mengharuskan demikian.

Buat group label dan inputan lebih dekat dan tidak terlalu jauh

Hindari penggunaan huruf besar pada semua kata / label

Menggunakan pilihan dropdown membutuhkan 2 kali click, jika pilihan ada lebih dari 5 gunakanlah input selector agar lebih mudah, namun demikian sobat boleh memberikan menu dropdown jika ada lebih dari 25 option(pilihan -red)

Mengoptimalkan space dengan menggunakan teks placholder sebagai label sangat menggoda namun dapat menyebabkan banyak masalah penggunaan seperti yang pernah dirangkum oleh Katie Sherwin dari Nielsen Norman Group.

Letakkan checkbox/radio button menurun kebawah agar lebih mudah dalam pembacaannya

Gunakanlah bahasa yang benar untuk call to action (sign up untuk mendaftar dan submit memberi inputan)

Gunakan inline validation untuk mempermudah dalam pengecekan dan berikan keterangan pada error tsb

Jangan menggunakan inline validation pada saat user sedang mengetik, kecuali itu membantu mereka dalam, contoh kasus mengetikkan kata sandi, nama pengguna atau pesan dengan jumlah karakter

Sebisa mungkin tampilkan teks pembantu dasar. Untuk teks pembantu yang kompleks, pertimbangkan untuk menempatkannya di samping masukan selama keadaannya dapat terfokus.

Bedakan action utama dan action kedua, banyak sekali yang memperdebatkan hal ini namun demikian harapannya adalah untuk mempermudah user bukan?

Gunakan panjang field sama dengan panjang character yang dibutuhkan, semisal no tlp, kode pos, dll

Tidak semua user tau apa yang dimaksud dengan (*), sebaliknya gunakan kalimat optional

User berfikir secara praktis, dan bentuk panjang bisa terasa luar biasa. Dengan menciptakan kelompok logis, pengguna akan lebih memahami bentuknya dengan lebih cepat.

Nah demikian beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan form agar memenuhi kriteria dasar untuk user experience…

 

loading...

About thuekx

Someone want to know much about GOD and Live, and want to share every experience i had, Please click our ads to keep this website alive!!!! Nothing Special About Me, You Can Stop Me But You Can't Stop Us

Leave a Reply

%d bloggers like this: